KAB. CIREBON – Bhabinkamtibmas Aipda Jaenudin bersama Babinsa lakukan pengamanan dan monitoring kegiatan do’a bersama dalam memperingati malam rabo wekasan bertempat di lapangan sepakbola Desa Balerante Kecamatn Palimanan Kabupaten Cirebon, Selasa malam (27/08/2024) sekira pukul 19.30.Wib.
Masyarakat Nusantara mengenal tradisi Rebo Wekasan, yaitu hari rabu terakhir di bulan Shafar. Di hari tersebut, masyarakat berasumsi terjadi musibah-musibah, termasuk yang sering ramai diperbincangkan adalah do’a bersama pada malam Rebo wekasan.
Rebo Wekasan merupakan sebuah tradisi unik yang telah lama dijaga dan dirayakan oleh umat Islam di Indonesia, khususnya di Jawa, Rebo wekasan merupakan manifestasi dari kekayaan budaya dan spiritual yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Rabo Wekasan, juga dikenal sebagai Rabu Pungkasan, memiliki akar historis yang kuat sejak masa Wali Songo, Pada masa itu, para ulama besar di tanah Jawa meyakini bahwa bulan Safar adalah bulan diturunkan berbagai macam penyakit dan marabahaya. Untuk itu, sebagai bentuk ikhtiar dan perlindungan, mereka mengadakan ritual khusus, yang kemudian dikenal sebagai Rabu Wekasan, dengan tujuan utama menolak bala.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Kuwu/Kepala Desa Balerante Sdr. Ir. ROJAYA., Ketua Majlis Ta’lim Nurul Hidayah (Ketua MUI Kecamatan Palimanan) KH. KHOLILI MAKKY ROMLI., HABIB THOHIR Bin MUHAMMAD Bin YAHYA (Abah Thohir)., KH. AHMAD ASY’ARI, Lc., MA.Hum dari Jakarta., Anggota Dewan terpilih partai PKB Dapil 2 Habib SALEH, BSA., para Jama’ah Majlis Nurul Hidayah maupun tamu undangan kurang lebih berjumlah sekitar 200 orang.
Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni., S.I.K., S.H., M.H melalui Kapolsek Gempol Kompol Rynaldi Nurwan., S.H., M.H menjelaskan bahwa sinergitas TNI-POLRI bersama Ulama maupun pemerintah bersama-sama mengawal keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas, sinergitas Polri dengan TNI adalah harga mati yang tidak tergoyahkan dalam rangka menjaga keamanan dan pertahanan bangsa dan negara.