KAB. CIREBON – Ops Pekat di Pabedilan: Menjaga Ketertiban Umum dari Premanisme, Parkir Liar, dan “Pak Ogah” Sabtu Siang, suasana di Mapolsek Pabedilan terasa berbeda dari biasanya. Arahan tegas dari pimpinan, khususnya Kapolresta Cirebon, untuk memberantas segala bentuk penyakit masyarakat (pekat) seperti premanisme, parkir liar, dan praktik “Pak Ogah”, telah diterjemahkan menjadi rencana operasi yang matang. Tim gabungan dari fungsi Samapta, Reskrim, dan Intelkam Polsek Pabedilan, dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim, telah bersiap.
Target operasi kali ini difokuskan pada titik-titik rawan yang kerap dikeluhkan masyarakat. Mulai dari area pasar tradisional yang sering diwarnai pungutan liar, ruas jalan protokol yang semrawut akibat parkir sembarangan, hingga persimpangan jalan yang dihuni “Pak Ogah” yang kerap memaksa pengguna jalan untuk membayar.
Tim pertama bergerak menuju area pasar tradisional Pabedilan. Sesuai informasi yang masuk, beberapa preman seringkali melakukan pungutan liar kepada pedagang kaki lima maupun pengendara yang melintas. Dengan pendekatan humanis namun tegas, petugas melakukan penyisiran. Beberapa individu yang diduga terlibat dalam praktik premanisme berhasil diamankan. Mereka kemudian didata dan diberikan pembinaan. “Kami tegaskan, tidak ada ruang bagi premanisme di wilayah hukum Polsek Pabedilan. Ini akan meresahkan masyarakat dan menghambat perekonomian lokal,” ujar salah seorang perwira yang memimpin tim.
Sementara itu, tim kedua menyasar ruas jalan utama yang sering menjadi lokasi parkir liar. Kendaraan-kendaraan yang diparkir sembarangan, terutama di bahu jalan yang padat, menyebabkan kemacetan dan mengganggu arus lalu lintas. Petugas tidak ragu untuk melakukan penindakan. Kendaraan yang terbukti melanggar langsung diberikan teguran keras, bahkan beberapa di antaranya dikenakan sanksi tilang. “Kami juga mengimbau kepada pemilik kendaraan agar memarkirkan kendaraannya pada tempat yang sudah disediakan dan tidak mengganggu ketertiban umum,” tegas petugas di lapangan.
Tak kalah penting, praktik “Pak Ogah” atau juru parkir liar di persimpangan jalan juga menjadi target. Beberapa titik persimpangan yang terpantau sering ada “Pak Ogah” langsung didatangi. Petugas berdialog dengan mereka, menjelaskan bahwa tindakan mereka tidak dibenarkan dan dapat mengganggu arus lalu lintas serta menimbulkan keresahan bagi pengguna jalan. Sejumlah “Pak Ogah” yang terjaring operasi diberikan pemahaman dan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya. Mereka diingatkan untuk mencari pekerjaan yang halal dan tidak merugikan orang lain.
Selama operasi berlangsung, petugas juga tidak lupa untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat. Mereka mengajak warga untuk berperan aktif dalam menjaga ketertiban, melaporkan jika melihat adanya praktik premanisme atau gangguan kamtibmas lainnya.
Operasi Pekat ini bukanlah yang terakhir. Kapolsek Pabedilan menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. “Kami berkomitmen penuh untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polsek Pabedilan. Masyarakat berhak merasa aman dan nyaman tanpa gangguan premanisme, parkir liar, maupun ‘Pak Ogah’ yang meresahkan,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan wilayah hukum Polsek Pabedilan akan semakin aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh aktivitas warga.