Cirebon – Personel Polsek Sedong Polresta Cirebon bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait luapan air Sungai Cigarukgak yang masuk ke permukiman warga di Blok Nagrak, Desa Sedong Kidul, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, pada Senin malam (18/05/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sedong dan sekitarnya, sehingga menyebabkan debit air Sungai Cigarukgak meningkat dan meluap ke area permukiman warga. Luapan air juga membawa material sampah dari hulu sungai yang menyangkut di jembatan, sehingga aliran air tersumbat dan meluber ke rumah-rumah warga dengan ketinggian air mencapai sekitar 1 meter.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak enam unit rumah warga terdampak, di antaranya milik saudara Barka (61), Darsono (35), Beno (65), Arweti (70), Sahedi (61), dan Ade (35), yang seluruhnya merupakan warga Dusun 03 Blok Nagrak RT 003 RW 008 Desa Sedong Kidul Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon.

Dari hasil pendataan sementara, satu unit rumah mengalami kerusakan parah dan lima rumah lainnya mengalami kerusakan sedang. Selain itu, banjir juga meninggalkan sisa lumpur di dalam rumah warga. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, sedangkan kerugian materiil masih dalam proses pendataan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Sedong yang terdiri dari Aiptu Imam Wibawa, Aipda Supriadi, S.I., Knp, dan Bripka Arif serta Bripka Susento langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan serta membantu warga terdampak.

Adapun tindakan kepolisian yang dilakukan antara lain menerima laporan masyarakat, mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian, meminta keterangan saksi-saksi, membantu warga menyelamatkan barang-barang yang masih dapat digunakan, serta bersama masyarakat membersihkan sampah yang menyangkut di jembatan guna memperlancar aliran air sungai.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kapolsek Sedong AKP Usman, SH. menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan cepat tanggap terhadap setiap kejadian yang dialami warga, khususnya bencana alam yang membutuhkan penanganan segera.

Situasi di lokasi saat ini terpantau aman dan kondusif, sementara personel kepolisian bersama aparat desa dan masyarakat masih terus melakukan pembersihan material lumpur sisa banjir.